Sabtu, 27 September 2014

ANALISA BEBAN JEMBATAN GELAGAR

Malam bro n sis Fasilitator Teknik
Lama tidak update, iseng-iseng bongkar-bongkar file nemu yang ini. nah buat temen-temen FT, siapa tahu bisa berguna. File udah dalam bentuk excel. Tribute buat yang udah susah payah bikin and minta doa buat hidup yang lebih baik.

Link unduhan

Selengkapnya...

Selasa, 10 September 2013

PELATIHAN KADER TEKNIS 2013


Kayangan (11/9). Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program PNPM MPd tahun 2013, sebanyak 16 orang kader teknis dari 8 desa di Kecamatan Kayangan mengikuti pelatihan kader teknis. Dalam acara pembukaan yang juga dihadiri oleh Ketua BKAD, PjOK Kecamatan Kayangan menitipkan pesan kepada semua peserta supaya mengikuti pelatihan ini dengan seksama dan penuh semangat karena dengan pelatihan ini diharapkan nantinya kader teknis desa akan memiliki kemampuan teknis guna kepentingan pembangunan di masing-masing desa. Disisi lain juga disinggung mengenai keterlamtan pencairan dana cost sharring, dimana sampai dengan saat ini dana DDUB masih diproses di tingkat kabupaten, “mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan dana tersebut dapat segera diterima”, demikian harapannya.
Pada hari pertama (10/9) diberikan beberapa materi penguatan dasar mengenai peran dan tugas kader teknis, fungsi desain dan RAB, alur penyusunan desain, mengukur dan menghitung serta membuat sketsa lapangan. Peserta cukup antusias mengikuti proses pelatihan, hal ini ditunjukkan dengan relative aktifnya peserta dalam mengajukan pertanyaan dan pendapatnya serta pada saat berlatih berhitung.
Proses pelatihan ini akan dilaksanakan selama 3 hari sampai dengan tanggal 12 September 2013.
Selengkapnya...

Jumat, 30 Agustus 2013

FT Se-KLU Laksanakan Konsolidasi Pelatih Kader Teknis

Gangga (30/8). Sebanyak 5 orang fasilitator teknik dari semua kecamatan lokasi PNPM di Kabupaten Lombok Utara berkumpul dalam acara konsolidasi pelatih. Kegiatan ini dimaksudkan guna membahas persiapan pelatihan keder teknis desa. “Kedepan kader teknis diharapkan mampu membuat perencanaan prasarana desa. Tidak hanya untuk kegaiatan PNPM saja tetapi juga lebih luas lagi untuk kegiatan prasarana non PNPM”, demikian dikatakan Mawardi, fatekab KLU dalam pengantarnya.

Dalam konsolidasi ini dibahas tentang training need assessment (TNA), materi pelatihan dan lesson plan. Target pelatihan kader teknis tahap I ini adalah kader teknis mampu membuat take of sheet (ToS), sehingga berdasarkan hasil analisa kebutuhan pelatihan diputuskan beberapa materi penting yang akan diberikan, antara lain :
- Peran dan tugas kader teknis
- Fungsi desain dan RAB
- Alur penyusunan desain dan RAB
- Keterampilan teknik (mengukur, membuat sketsa lapangan, menghitung volume, dll)
- Analisa pemilihan jenis konstruksi
- Metode survey menggunakan format SAP
- Take of Sheet dan Analisa SNI

Kegiatan yang dilaksanakan sampai dengan sore itu dilanjutkan dengan pembahasan jadwal pelaksanaan dan pembagian tugas materi bagi masing-masing pelatih. Proses pelatihan nantinya menggunakan metode perbantuan dimana fasilitator teknis dari kecamatan terdekat akan membantu menjadi pelatih di kecamatan lain.

Pelatihan kader teknis tahun 2013 direncanakan akan dilaksanakan dalam dua tahap dimana masing-masing tahap dilaksanakan dalam waktu tiga hari. Pelatihan tahap I akan dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 5 September pada masing-masing kecamatan sedangkan tahap II akan ditentukan kemudian.

Modul pelatihan kader teknis KLU 2013 :
Daftar isi dokumen desan dan RAB
Panduan survey teknik
Panduan jalan dan jembatan
Panduan irigasi sederhana

Panduan pasar desa

Panduan teknis jalan desa
Selengkapnya...

Kamis, 29 Agustus 2013

SEPENGGAL KISAH AIR BERSIH

Air adalah sumber kehidupan. Demikianlah slogan yang sering kita dengar. ketika air tersedia di suatu daerah seolah bercerita tentang suasana yang tenteram, sejuk, nyaman dan sejahtera. Namun sebaliknya ketika air tidak tersedia maka kesan kita sontak mengatakan bahwa desa itu adalah terbelakang, gersang dan tidak membuat orang betah untuk berlama-lama tinggal.

Serupa dengan ilustrasi diatas, itulah keadaan di dusun Tangga Desa Selengen. Meskipun dusun Tangga berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Gunung Rinjani yang semestinya air melimpah namun hal itu tidak berlaku untuk dusun disana. Setiap hari masyarakat harus berjalan lebih dari 1,5 km untuk mendapatkan air bersih. Urusan mandi sudah pasti, masyarakat hanya mandi sekali sehari tatkala mengambil air untuk kebutuhan masak dan minum. Yang rada malas dikit biasanya mandi sekali dalam dua hari. Lantas bagaimana dengan anak-anak sekolah? So, pasti anak-anak jarang yang mandi pagi sebelum berangkat sekolah. Biasanya mereka mandi pada sore hari, itupun kalau mereka sempat turun ikut orang tuanya mengambil air. Jadi, jangan heran ketika kita berkunjung di dusun tersebut kita menjumpai anak-anak yang seolah tidak terurus, kotor, pakaian dekil dan "sedikit bau". Bukanlah karena orang tuanya yang tidak mau mengurus anaknya namun lebih dikarenakan akan terbatasnya air bersih. Air 1 atau 2 jerigen yang diangkut dari bawah tentunya “sayang” dibuang kalau untuk mandi, makanya lebih dahulu diutamakan untuk kebutuhan minum, memasak dan sedikit untuk wudhu.


Bukan tidak ada upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Sudah lebih 3 tahun segala upaya dilakukan, namun selama kurun waktu tersebut masalah air bersih tidak juga terselesaikan. Pernah ada program perpipaan sebelumnya, namun belum cukup untuk mengantarkan air itu kepada masyarakat. Bak penampungan dan pipa yang diberikan seolah "lelah" menanti kucuran air bahkan bak yang dibuat itu rusak sebelum sempat tersiram air.

Lantas apakah tidak pernah diusulkan melaui PNPM? Jawabannya bukan tidak pernah diusulkan, namun konon usulan air bersih selalu "kalah" ketika dibahas di musrenbang. Demikianlah sepenggal kisah kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dusun tangga yang dikisahkan oleh Bapak Luji Hartono, Kadus Tangga.

Bermula dari kesulitan tersebut maka pada tahun 2012, kegiatan air bersih kembali diusulkan di forum musrenbang desa. Alhamdulillah kali ini, perwakilan dari semua dusun menyepakati usulan perpipaan air bersih di Dusun Tangga untuk menjadi prioritas kegiatan PNPM 2013 di Desa Selengen. Namun ternyata ada sedikit ganjalan, dalam ketentuan PNPM MPd disyaratkan bahwa nilai kegiatan maksimal Rp 350 juta sedangkan estimasi awal nilai kegiatan lebih dari ketentuan tersebut mengingat jarak sumber air dengan Dusun Tangga ternyata cukup jauh, diperkirakan lebih kurang 12 km. Sekali Alhamdulillah, ternyata Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga mendengarkan kesulitan masyarakat dusun Tangga. Pada tahun angaran 2013 juga mengalokasikan untuk kegiatan perpipaan air bersih.

Agar kegiatan tidak tumpang tindah maka bersama masyarakat direncanakan pemilahan titik kegiatan dimana PNPM akan menggarap di bagian bawah dan dana Pemda di lokasi bagian atas. Setelah dilakukan pengukuran diketahui panjang trase pipa untuk PNPM sejauh 6650 m dengan pipa S 12,5 diameter 3 inc dengan alokasi pendanaan sebesar Rp 330.380.000,-.

Sedikit kisah lagi, ketika kami melakukan survey sumber air, tantangan yang cukup berat kami hadapi. Medan yang menajak dan yang paling mengerikan adalah lintah pacetnya itu lhoo. Ih,,,setiap kami melangkah lintah pacet tersebut berloncatan kearah kami. Setiap beberapa meter langkah kami harus saling mengecek kalau-kalau lintah itu sudah menempel di tubuh kami. Ternyata kami adalah lemah terhadap makhluk kecil ini. Ketakutan kami menghentikan survey kali ini, tetapi kondisi sumber air harus kami ketahui. Akhirnya kami putuskan menugaskan salah seorang masyarakat setempat yang biasa masuk hutan untuk mengambil foto dan sedikit sampel air di sumber. Kami beristirahat di salah satu pondok hutan sambil menyantap bekal makan siang yang sudah telat untuk dikatakan makan siang. Dibawah rintik hujan, santapan sederhana kami terasa begitu nikmat hingga tak terasa 2 jam lebih akhirnya utusan itu datang membawa botol berisi sampel air. Perhatian pertama kami saat itu bukanlah pada sampel air tetapi pada lintah-lintah yang menempel di kaki, dan punggungnya. Ada 1,2,3…… waoooo,,,,lebih dari sepuluh ekor lintah yang harus disingkirkan.


Setelah melewati perjalan panjang, pada bulan Agustus (seminggu sebelum lebaran) pemasangan pipa terakhir selesai. Pada kesempatan ini, fasilitator secara khusus ikut nimbrung naik ke hutan untuk memantau pemasangan pipa sekaligus menjadi uji coba pertama hasil pekerjaan. Seperti harap-harap cemas, beberapa menit menunggu belum ada tanda air mengalir. Namun sayup-sayup mulai terdengar tiupan angin dari dalam pipa. Ada timbul harapan dan suara angin terdengar semakin kencang. Dan.....BUARRRRR.... air pertama mengucur dengan derasnya. Kami yang sekian banyak tepuk tangan kegirangan bahkan menari-nari seolah penantian panjang hari itu telah terlunasi. Anak-anak kecil yang menyaksikan uji coba ini seperti tertular kegirangan. Mereka mandi bersama sepuasnya seolah-olah tidak pernah merasakan guyuran air. Para orang tua pun ternyata tak mau kalah, akhirnya kami semua yang hadir hari itu mandi bersama-sama. Hari itu lapar puasa tidak terasa. Dan sebagai wujud syukur atas hasil kerja bersama, masyarakat Dusun Tangga hari itu mengundang fasilitator untuk berbuka puasa bersama di lokasi kegiatan.


Alhamdulillah, puji Allah atas anugerah-Nya kegembiraan lebaran tahun ini semakin lengkap dengan adanya air bersih.

(Penulis : Shaeful)
Selengkapnya...

Selasa, 09 April 2013

LOWONGAN PNPM MPd NTB

Dibutuhkan 5 orang Asisten FK dengan kualifikasi S1/D3 semua jurusan dan 10 orang Asisten FT bidang pendidikan S1/D3 Teknik Sipil untuk lokasi penempatan NTB.LAMARAN ditujukan kepada Satker PNPM MPd Prov NTB, d/a P.O BOX 4300 Mataram (paling lambat 12 April 2013).
Lampiran berkas lamaran :
1. Surat lamaran
2. CV (jangan lupa mencantumkan nomor HP/Telp)
3. Copy KTP/SIM
4. Copy Ijazah & transkrip (legalisir)
5. Copy sertifikat keahlian/pengalaman kerja (bila ada)
6. Pasfhoto terbaru 3x4 cm (2 lembar)

Pada pojok kiri amplop dicantumkan Kode Jabatan
Selengkapnya...

Senin, 09 Juli 2012

LOWONGAN FASILITATOR PNPM

Dibutuhkan 6 (enam) orang Fasiiliator Keuangan (Faskeu)PNPM GSC untuk penempatan di 6 kabupaten di NTB.

Kualifikasi :
- Umur max 50 tahun
- S-1 Ekonomi (semua jurusan), pengalaman kerja 6 tahun
- D-3 Akuntansi, pengalaman kerja 8 tahun
- Menguasai komputer

Persyaratan :
- CV
- Foto 3 x 4 (2 lembar)
- Copy KTP/SIM
- Copy Ijazah & transkrip yang telah dilegalisir
- Copy srtifikat keahlian

Berkas lamaran dikirim ke :

Korprov PNPM-MPd Provinsi NTB
Jln. Panji Tilar Negara No. 9 Mataram

Paling lambat tanggal 14 Juli 2012.
Selengkapnya...

Kamis, 28 Juni 2012

PNPM GSC AKAN SALURKAN 1,8 MILYAR UNTUK KECAMATAN KAYANGAN


Memasukai tahun ketiga pelaksanaan PNPM Generasi Sehat dan Cerdas di Kecamatan Kayangan, kembali pada hari Kamis, 28 Juni 2012 telah diselenggarakan MAD Alokasi Dana dan Lokakarya bertempat di Aula Kecamatan Kayangan.

Dalam sambutannya, Bapak Camat Kayangan yang diwakili oleh Kasi PMD, Bpk Sukardi, SP selaku PjOK PNPM Kecamatan Kayangan menyampaikan harapan agar pelaksanaan program PNPM di Kecamatan Kayangan supaya dilaksanakan secara baik sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
Dalam kesempatan berikutnya, dari UPTD Dikpora selaku pihak penyedia layanan pendidikan di Kecamatan Kayangan memaparkan beberapa hal kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan di Kecamatan Kayangan. Sedangkan dari Puskesmas Kayangan lebih menekankan pada layanan pemberian PMT, penanganan gizi kurang/buruk dan layanan ibu hamil/melahirkan. Selain itu koordinasi antar petugas puskesmas dengan kader posyandu di tingkat desa supaya lebih ditingkatkan.
Sebelumnya, dalam pemaparannya Ibu Lale Sri Mulaya selaku faslitator GSC Kecamatan Kayangan menjelaskan beberapa parameter perhitungan alokasi dana BLM yang akan disalurkan ke masing-masing desa yaitu jumlah anak bayi/balita, jumlah anak siswa SD/SMP, jumlah ibu hamil/melahirkan serta jarak dari pusat layanan. “satu orang anak atau satu orang ibu hamil/melahirkan akan menentukan besaran alokasi dana BLM desa sehingga diharapkan KPMD/TPMD lebih aktif memantau dan melaporkan sasarannya”, demikian dikatakan Lale Sri Mulya.
Pada tahun 2012 PNPM GSC akan menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,8 milayar untuk bidang pendidikan dan kesehatan yang akan disalurkan ke masing-masing desa di Kecamatan Kayngan, dengan rincian :
1. Desa Santong sebesar Rp 296.853.900
2. Desa Kayangan sebesar Rp 233.602.000
3. Desa Sesait sebesar Rp 399.259.900
4. Desa Pendua sebesar Rp 132. 593.800
5. Desa Gumantar sebesar Rp 194.031.900
6. Desa Selengen sebesar Rp 288.549.700
7. Desa Salut sebesar Rp 126.479.700
8. Desa Dangiang sebesar Rp 128.629.100

Selengkapnya...